Perkenalkan nama saya
Indah Siti Pujiarni. Saya lahir di Jakarta, 17 April 1999. Status saya saat ini
adalah sebagai seorang mahasiswi Universitas Negeri Jakarta semester 3 dalam
program studi statistika yang dimana pada tahun ajaran 2017 ini merupakan
angkatan pertama. Saya merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Saya mempunyai
kakak laki-laki yang umurnya hanya terpaut 4 tahun lebih tua dari saya. Saya
dilahirkan dari kelurga yang pas-pasan dimana keluarga saya tidak mempunyai
rumah selama umur saya 17 tahun dan barulah keluarga saya mulai membangun rumah
yang seadanya dengan segala keterbatasannya. Ekonomi yang sulit menjadi salah
satu faktornya. Saya dan keluarga baru mempunyai rumah sendiri 2 tahun
belakangan ini dan harus membangun rumah jauh dari kota agar mendapat harga
tanah yang lebih murah. Tetapi dengan segala keterbatasan yang saya dan
keluarga saya punya, kami tetap bersyukur dan kakak saya dapat menyelesaikan
kuliahnya walaupun hanya dengan menyandang gelar Diploma III.
Pada
tahun pertama saya duduk di bangku perkuliahan, saya belum banyak mengetahui
informasi mengenai beasiswa-beasiswa yang ada. Sekarang Ayah saya tidak lagi
bekerja sebagai karyawan swasta. Karena pada bulan Juli 2018 kemarin, baru saja
ayah saya tidak dipekerjakan lagi karena habis masa kontraknya. Ibu saya
hanyalah seorang ibu rumah tangga. Di umur 51 tahun ini, sulit untuk ayah saya
mencari pekerjaan baru ditambah lagi ayah saya hanya pendidikan sampai STM
saja. Hari demi hari kehidupan harus tetep berlanjut. Kebutuhan ekonomi terus
mendesak. Akhirnya ayah saya mencoba mendaftar sebagai driver ojek online.
Perjuangan belum selesai sampai disini. Ayah saya harus meninap 2 malem karena
antrian para calon driver ojek online yang baru mau mendaftar juga. Penghasilan
sebagai driver ojek online tidak bisa diharapkan karena penghasilannya tidak
tetap. Kadang terhambat oleh cuaca dan sepi konsumen. Pada Bulan
tersebut juga dimulailah perubahan status kakak laki-laki saya sebagai tulang
punggung keluarga. Setiap hari untuk pergi ke kampus saya harus menggunakan
transportasi Commuter Line (KRL) harus berdesak-desakan, sulit bernafas. Saya
memilih ini karena murah biayanya. Ayah, Ibu dan kakak saya adalah alasan saya
harus tetap berjuang. Mereka bekerja keras tanpa pamrih agar saya tetap bisa
menjalani kuliah saya sampai selesai.
Diumur
19 tahun ini saya hanyalah sesosok anak perumpuan biasa. Saya selalu diajarkan
oleh kedua orang tua saya agar menjadi anak yang mandiri, pekerja keras dan
humble. Saya memiliki kelebihan dan kekurangan di dalam diri saya. Tetapi untuk
kedepannya saya akan terus mecoba menggali lagi kemampuan dan keahlian yang
saya miliki. Saya mempunyai hobi di bidang olahraga tetapi hobi saya belum bisa
terealisasikan dengan penuh. Saat ini di kampus saya aktif dalam mengikuti kegiatan
mahasiswa yaitu pada Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM). Nah BEM ini juga menjadi
wadah saya dalam melakukan kontribusi. Pada organisasi ini saya belum bisa
banyak berkontribusi dikarenakan baru terbentuknya organisasi tersebut pada
tahun lalu.
Dan
yang paling berkesan untuk saya, pada bulan Oktober 2018 saya mengikuti
kegiatan relawan untuk sebuah acara bertaraf internasional yang dimana acara
tersebut juga menjadi ikonik pada tahun lalu yaitu Asian Para Games 2018. Di
acara tersebut saya banyak mendapatkan pelajaran baru yang belum tentu semua
orang bisa dapatkan. Dimana di acara tersebut saya bisa langsung berinteraksi
dan bercengkrama langsung dengan para atlet beserta team officialnya serta
membantu dan melayani mereka sebelum persiapan upacara medali (Victory
Ceremony). Di acara ini juga kita di latih dan lebih bisa belajar menghargai
dan tidak patah semangat karena para atlet ini adalah atlet berkebutuhan
khusus. Ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan dalam ikut berkontibusi
untuk membantu negara dalam mensukseskan sebuah acara yang begitu besar. Semoga
di kemudian hari saya bisa lebih banyak lagi berkontribusi untuk Indonesia.
Saya berharap dengan jemari-jemari kecil dan langkah kaki saya ini, saya bisa menjadi sosok yang berguna dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Dengan adanya Beasiswa Bazma Pertamina ini, semoga bisa membantu meringankan biaya kuliah saya sampai selesai sebagai seorang sarjana. Aamiin.
Saya berharap dengan jemari-jemari kecil dan langkah kaki saya ini, saya bisa menjadi sosok yang berguna dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Dengan adanya Beasiswa Bazma Pertamina ini, semoga bisa membantu meringankan biaya kuliah saya sampai selesai sebagai seorang sarjana. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar